Sering mengalami asam lambung berulah? Membuat mual, perih, kliyengan, sesak napas, jantung berdebar, bahkan rasa tertekan di jantung? Anda nggak sendirian. Ini memang penyakit langganan saya, katanya sih lebih karena faktor pikiran. Tegang sedikit atau mikir suatu hal berlarut-larut, mulai deh lambung tereak-tereak, rasanya kayak kontraksi, kenceng-kenceng (untungnya nggak sakit), mual, dan yang menyiksa banget… kliyengan atau berasa kayak melayang.

Saya bahkan pernah menyangka jangan-jangan jantung gw kenapa-napa, habis kadang terasa kayak ditekan dan berdebar cukup kencang. Untungnya nggak sesak napas. Kalau sesak bisa tambah paniklah saya. 

Nah, sudah dari Januari 2010, saya beralih ke pengobatan At-Thibbun Nabawi (pengobatan Islami ala Rasulullah Saw) dengan bekam dan memakan obat-obatan alami. Alhamdulillah sampai bulan ini baru 2x ke dokter, itu pun darurat. Pertama gara-gara saya sesak napas banget-banget (sepertinya gara-gara saya bekam dalam kondisi perut kekenyangan, padahal jaraknya sudah 2 jam dari waktu makan, cuma emang kenyaaaaang banget, maklum habis ditraktir maem pizza hehe), jam 2 dini hari saya bangunkan kakak untuk diantar ke klinik, dalam benak saya pengen minta oksigen. Tahunya kata dokter jantung saya nggap apa, bukan paru-paru pula, tapi karena asam lambung naik. Nggak dikasih oksigen sesuai ekpetasi, cuma dikasih obat yang hanya saya minum 2x.

Selanjutnya saya ke dokter lagi gara-gara batuk lama sembuh. Biasanya kalau flu dan batuk saya hanya minum teh rosela plus madu, banyak istirahat, makan benar, dan minum air putih, dan membaik. Tapi kali itu batuknya hampir dua minggu masih membuat saya berhueeek-hueeekk. Masalahnya saya ada tugas lapangan (kalau di rumah aja sih nggak apa bertahan dengan obat tradisional), akhirnya saya ke dokter dan dua hari langsung mampet batuknya hihi.

Saya di sini bukan anti dokter loh ya, tapi lagi berusaha mengurangi asupan obat-obatan kimiawi dan menerapkan sunnah Rasulullah Saw. Pernah sakit mata, Alhamdulillah dengan tetes Otem dan THM, dan obat dalamnya hanya minum jus wortel+tomat, seminggu sembuh.

Okeh, kembali ke laptop. Maag atau gastritis yang dalam bahasa Yunani berasal dari kata gastro(perut/lambung) dan itis (peradangan) adalah penyakit yang bersifat psikosomatis, yakni terkait erat dengan faktor psikologis dan sistem syaraf somatik. Sistem syaraf somatik memiliki hubungan dengan sistem syaraf otonom yang berperan dalam mengatur pergerakkan peristaltik lambung dan pelepasan zat-zat kimia dalam lambung.

Maka jangan heran kalau kita stress atau banyak pikiran, dia lebih duluan berulah. Selain itu bisa juga karena disebabkan faktor lainnya seperti kebiasaan merokok, alkohol, bakteri Helicobacter Pylori, atau efek samping obat-obatan yang dikonsumsi. Gejalanya secara umum sudah saya jabarkan di paragraf pertama tulisan, dan sumpeee kalau dah kambuh menganggu dweeeh. Kebetulan saya punya saudara yang penyakitnya samaan, padahal suaminya dokter, cuma dia sendiri nggak mau keseringan minum obat. Dan mereka suami-istri pun suka melakukan bekam. Kalau saling kambuh, kita suka BBM (blackberry messanger) an buat saling menguatkan atau berbagi tips. Kemarin saudara saya itu share soal resep tradisional tempo dulu, yakni makan sejumput singkong mentah. 

Nah, waktu akhirnya saudara saya ke dokter spesialis, si dokter berkisah banyak penderita maag ini salah menyangka dirinya sakit jantung. Mereka lari ke RS spesialis jantung, padahal bukan penyakit jantung. Pada beberapa kasus gastritis ini bisa menyebabkan terjadinya ulcer, yaitu terputusnya kontinuitas mukosa gastrointenestinal (selaput permukaaan lambung) yang meluas sampai jaringan epitel sehingga terjadi iritasi atau peradangan pada jaringan tersebut (borok). Ulcer ini bisa terjadi di saluran eshopagus (tukak lambung), duodenum (usus dua belas jari) dan jejunum (usus halus).

Lambung sendiri merupakan organ berbentuk kantong kosong yang terletak di sebelah kiri atas perut, tepat di bawah tulang iga. Ia dapat mengembang untuk menampung makanan dan minuman hingga 1 galon!

Dalam lambung ada sebuah cincin yang mengatur masuknya makanan. Cincin itu akan menutup ketika makanan sudah selesai antre masuk dalam lambung. Nah di dinding lambung ada lapisan otot yang kuat untuk menghancurkan makanan bekerja sama dengan 35.000.000 enzim yang mengurai secara kimiawi. Salah satu cairannya adalah asam hidroklorida (HCL) yang bahkan bisa melumat paku besi!!! Bisa dibayangkan nggak kalo asam ini meningkat bisa merusak lambung sendiri, Itu makanya mukosa lambung melepaskan ion bicarbonate untuk melindungi mukosa dinding lambung dari kerusakan. 

Sebetulnya PH di lambung mampu mencegah hidupnya mikroorganisme, kecuali mikroorganisme yang tahan pada PH asam. Hanya saja pada kondisi tertentu, manusia suka berlaku seenaknya dengan pola hidup seenak’e dhewe dan ketidakmampuan mengelola emosi, lantas berteriaklah penyakit maag itu. Menunda waktu makan, makan terlalu pedas dan asam, makan kekenyangan, merokok, alkohol, obat-obatan dan vitamin tertentu, bisa memicu penyakit maag. 

Islam sendiri sudah mengingatkan timbulnya penyakit sistem pencernaan ini, seperti hadits Rasulullah Saw,“Malulah kepada Allah dengan sebenar-benarnya rasa malu. Para sahabat bertanya,”Apakah sebenar-benarnya rasa malu iti?” Beliau menjawab,”Menjaga kepala beserta isinya dan menjaga perut beserta isinya, serta mengingat kuburan dan kematian.”

Rasulullah Saw mencontohkan untuk mengkonsumsi madu di kala sehat maupun sakit. Sebab dalam Al-Qur’an sendiri telah diterangkan dalam surat An-Nahl 68-69 tentang khasiat madu. Dijelaskan Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Ath-Thibbun Nabawi, bahwa ketika seorang sahabat mengeluhkan perutnya yang melilit, Rasulullah meresepkan madu. Sampai tiga kali lelaki itu menghadap Rasulullah karena perutnya yang melilit tak sembuh jua meski sudah minum madu, tapi Rasul terus memerintahkan, “Minumkanlah ia madu.” pada kali ketiga atau keempat lelaki itu kembali, Rasulullah mengatakan,”Sungguh Maha Benar Allah, dan sungguh perut saudaramu yang berdusta,” dan setelah berulang kali diminumkan madu, dia sembuh.

Saya lantas teringat keluhan saudara saya tadi ketika saya sarankan minum madu tatkala maagnya kambuh,”Malah makin perih perut gw, Dek,” katanya. membaca hadits ini saya bocorkan padanya,”Sugestinya musti kuat dan kalau akut malah 3 jam sekali ulangi minum madu,” kata saya.

Manfaat madu bagi pencernaan:

1. Menurunkan asam lambung

2. Menyehatkan perut (pengobatan kanker dan peradangan pada usus)

3. Mencegah terjadinya pengendapan karena kandungannya atas asam lebah yang berpengaruh atas bakteri-bakteri usus

4. Mencegah terjadinya sembelit (susah buang air besar)

5. Sumber gizi yang dibutuhkan jaringan liver

Selain itu hasil penelitian membuktikan bakteri-bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia tidak mampu hidup dalam madu karena  di dalamnya ada zat pembasminya berupa: formic acid (mencegah tidak basi), kandungan gula hingga 80%, zat anti bakteri yang disebut antibacterial inhibitore, dan mengandung H202 hydrogen peroxide yang terkenal sebagai pembunuh bakteri. 

 Terapi tambahan lainnya adalah melakukan bekam (hijamah) di daerah kahil (punuk), katifyn (dua sisi pundak), ad-dohru (dua sisi pinggang/daerah lambung), dan bisa ditambahkan di area bawah ulu hati (lima jari dari pusar). Pembekaman ini efektif untuk mengeluarkan toksin (racun) dan melemaskan atau mengendurkan ketegangan. Rasulullah dan para sahabat dulu melakukan pembekaman di daerah kahildan katifyn saat diracun wanita Yahudi.

Jadi saya selalu siap madu di kamar. Masalahnya serangan ini kan datangnya suka mendadak graaak! tau-tau mual, kepala ga enak, maka saya langsung minum sesendok atau dua sendok madu. Kalau belum ada perubahan saya minum madu lagi. Ingat kejadian di restoran pizza pada buka puasa tempo hari, udah niat mau kalap nih (lupakan diet sejenak), eh beberapa menit sebelum bedug, mendadak tubuh ga enak, mual habisss, kayak melayang, bahkan kepala sempat kayak mau goyang gitu, kayak mau jatuh. Paniklah saya…. langsung melakukan SEFT (Spriritual Emotional Freedom Technique) yakni ketukan-ketukan dengan jari tangan di beberapa titik tubuh sambil afirmasi dan doa untuk meredakan gejala. Lalu menelpon terapis bekam saya, “Asam lambungmu itu, nggap apa… rileks dulu, istigfar… ucapkan Laa ilaaha ilaalah ya.., minum teh manis!” katanya. Alhamdulillah membaik.

Nah, bagi yang mau mencoba mengurangi konsumsi obat-obatan kimiawi monggo dicoba. Saya sendiri karena ini caranya Rasulullah, sugestinya tinggi. Kalau efeknya agak lama… anggap aja ujian kesabaran. Semoga bermanfaat.

Barangsiapa meminum madu tiga sendok madu dalam tiga pagi saja setiap bulan, niscaya tidak akan terkena penyakit berat,” (Abu Hurairah)

(kompasiananews.blogspot.com)

 

(Disarikan dari Tabloid Bekam Edisi 2/TH.1/2010)

Tefaaaat… timbangan saya yoyo neh, meski tetep berkisar antara 65-66 kg. Padahal saya sudah belajar mengendalikan diri, nggak kayak tahun-tahun sebelumnya yang langsung kalaphppp begitu azan Magrib, melahap menu utama. Puasa kali ini Alhamdulillah baru sekali kalap begitu, gara-gara baru pulang ngajar, sampe rumah sudah 10 menit lewat azan, sudahlah kelaperan langsung mengambil nasi.

Tapi di hari-hari lainnya, biasanya saya berbuka dengan tiga butir kurma dulu dan minum teh, kemudian sholat, baru makanan utama. Dan saya tetap olahraga, kendati porsinya dikurangi, dan nggak tiap hari, paling seminggu tiga kali. Cumaaa.. emang nih.. saya kurang menjaga makanan gorengan. Lauk gorengan (apalagi ada sambal baladonya slllrrrppp) main embat aja. Trus beberapa kali agak lepas kontrol makan kue bolu sisa acara bukber ponakan di sekolahnya hehe. Bolu itu saking melimpahnya nyisa cukup banyak dan ditaro di kulkas. Bolu gulung coklat pula, yummy kan.

Belum lagi godaan lain seperti kolak (ini sih bisa menghindar, nggak gitu hobi soale), es buah dengan sirup dan gula (ternyata gula pasir itu kalorinya besaaaaar sekali, perbandingan aja nih, di situs Pizza Hut ada panduan nutrisi, jus buah tanpa gula kalorinya hanya 20 cal, begitu ditambah gula pasir, melonjak hingga 100 cal!). Mending ganti madu aja, lebih kaya manfaat.

Maka, berat badan yang tadinya sukses sudah turun hingga 65 kg (dari 75kg), sempet merambat ke hampiiirrr 66 kg lagi. Kebetulan waktu itu olahraganya emang kendor. Ditambah asam lambung saya berulah, membuat saya mual dan kliyengan, badan kayak melayang. Nggak mungkin kan dipaksa olahraga. Pernah sih sekali, saya negosiasi ma tubuh, olahraga sedikit…Alhamdulillah berhasil.

Tapi nggak apa, nggak usah ngoyo. Balik lagi aja ke pola hidup sehat, kembali memanggang ayam (ketimbang makan yang goreng) dan sahurnya balik ke oatmeal+susu nonfat+madu. Kemarin-kemarin karena masih ada sisa lauk malam, sayang kalau ndak habis, sahur beberapa kali pakai nasi. Cuma ya itu kalau sahur nasi bawaannya pengen pedes dan kalau udah makan pedes, seharian peyut ndaaak enaaak.

Tetap Semangaaaaat laaaaah…

Finally, 10 kg LOST!

Posted: August 20, 2010 in Kisah

“Hebaaaattt baru seminggu puasa dah turun 10 kg, hehe…” begitu bunyi BBM (Blackberry Messanger) dari Boz saya di majalah. Doi baca status BBM saya: Finally, 10 kg lost, Alhamdulillah.

“Buseet, ga lagi, udah hampir 3 bulan aku pola hidup sehat,” koreksi saya. Supaya nggak kaget aja, moso iya sih puasa baru jalan 10 hari sudah turun 10 kilooo? sehari sekilo doooong? ada apaaa? 

Yup, kalau mengikuti cerita saya di blog ini, tentu tahu kalau sejak akhir Mei 2010 saya mulai menerapkan pola hidup sehat, beserta olahraga dalam rangka menurunkan berat badan. Seumur-umur saya selalu gemuk, cuy, terakhir mencapai berat 75 kg!!! Ortu protes, saya pun cembetut bawaannya hi hi hi. Habis bete juga setiap ketemu temen selalu komentarnya,”Kayaknya elo gemukan dweeeh…” maklum deh masih suka ada orang yang nggak jaga perasaan orang lain dalam mengomentari fisik.

Namun, ternyata itu menjadi alarm buat saya alert terhadap kesehatan diri. Disamping udah susaaah cari baju, setiap mampir toko bawaannya senewen karena baju atau celana susah masuk tubuh, beberapa keluhan fisik juga menyertai. organ-organ tubuh saya tampaknya mulai menjerit dan meronta, pleaseeeee let us free of those fats! hi hi hi. 

Maka, tekad kuat itu harus datang dari dalam diri baru hasilnya tokcer. Dibimbing seorang teman yang saya temui di twitter @jeungririe, yang berhasil menurunkan berat badannya hingga 31 kg!!! dengan cara alami, tidak dengan obat-obatan. Subhanallah.

Maka here I am now! Kendati perjuangannya tidak mudah, terutama mengganti cemilan dengan buah dan menghindari makanan goreng, tapi hasilnya tidak terbayarkan. Sempat agak sereeet sih ketika jarum timbangan sudah di angka 67 kg, pernah hampir 66 kg, tapi karena saya agak lepas kendali, balik lagi ke 67 kg, begitulah, dan kemudian balik lagi hampir 66 kg, kemudian tertolong dengan bulan Ramadhan ini.

Saya akui di bulan Ramadhan agak sulit mengendalikan rasa lapar ketika buka. Namun saya bertekad mengikuti sunnah Rasulullah ketimbang puasa-puasa sebelumnya yang  kalap begitu bedug, langsung makan makanan utama. Kali ini saya berusaha mengendalikan diri, begitu bedug memakan tiga butir kurma dan minum teh, lalu sholat (bahkan mandi dulu karena habis olahraga ringan sore hari), baru makan utama.

Kalau kolak sih saya udah kebal, nggak begitu tergoda memakan, paling kalau pengen ya sesendok aja, sehabis teraweh, yang sulit niih es buah hahahah. Buahnya sih nggak apa, cuma kan ada sirup, gula pasir, waaa, biasanya sih saya ambil juga segelas. Kalau dihitung-hitung kalorinya juga seharian itu (buka dan sahur) tetap masih kurang dari 1.800 kalorie (jumlah maksimal yang harus saya asup dalam sehari, sesuai saran ahli gizi). Jadi nggak usah paranoid amat, lagian tubuh juga butuh energi lebih buat menjalani puasa seharian kan. Namun saya sih cenderung menggantikan gula pasir dengan madu.

Memang ada keluhan lambung nih. Puasa ini kepala saya kliyengan melulu dan kadang mual. Maka madu dan kurmanya nggak boleh stop, kalau pengobatan Islami, madu itu bisa mengobati magh/lambung, sesuai yang dijelaskan Ibnu QayyimAl Jauziyah dalam kitabnya Ath-Thibbun Nabawi, bahwa ketika seorang sahabat mengeluhkan perutnya yang melilitm Rasulullah meresepkan madu. 

Kemudian saudara saya juga mengalami keluhan serupa, dia mendapatkan resep makan singkong mentah seukuran jari (sejempol deh biar gampang), konon ini resep tempoe doeloe di kampung-kampung dan dia merasa baikan. Saya coba juga. Tak lupa melakukan terapi hijamah (bekam) yang sudah rutin saya lakukan sejak Januari 2010.

Begitulah… perjuangan membuahkan hasil, makasih ya Allah…

*fotonya belum ada yak, emang belum potooo hihihi*

Mengapa Oatmeal?

Posted: August 20, 2010 in Informasi

Selama puasa ini saya eksperimen beberapa jenis makanan untuk sahur, di antaranya: nasimerah+lauk+sayur, lalu oatmeal+susu (non/low fat)+madu+buah, dan roti gandum dicocol ke susu+madu tadi. Dan hasil terbaik ialah: oatmeal!

Begitu sahur oatmeal, selama menjalani ibadah puasa saya tak pernah merasakan lapar yang menggigit, ketimbang sahur nasi atau bahkan roti gandum.  Rasanya enak-enak aja dan nggak mikirin makanan ataupun haus. Kalau bawaannya pengen leyeh-leyeh aja, yaaa… sugesti kali ya hihihi, namanya juga puasa. Cukup memaksa diri untuk membuka laptop dan bekerja.

latimesblogs.latimes.com

 

Kalau sahur nasi, bawaannya pengen yang pedas-pedas (secara keturunan Sumatra gweto loh), akibatnya perut saya seharian bisa nggak enak, bawaannya mules atau begah. Selain itu rasa lapar bisa menggigit sejak jam 11 siang. Nggak enak tohh?

Buat sebagian orang mungkin rasa oatmeal masih aneh di mulut, karena tidak terbiasa. Apalagi rasanya cenderung tawar, hambar, dan nggak nafsuin. Bahkan pernah ada teman bilang: ih, kayak pup bayi! (eeeee buseet, teganyaaa) hahahaha. Karena dia tidak terbiasa dan tergantung ngolahnya juga kaleee. Kalau nggak suka berupa bubur yang katanya mirip ituuuu (sensor yak biar nggak bikin ilpilll), kan bisa diolah dengan kreativitas kita. Kalau saya sih, nggak ada aturan baku oatmeal kudu berbentuk bubur. Sering saya mengkonsumsi oatmeal di gelas susu, sehingga lebih berbentuk kayak energen sereal (bukan ngiklan yak, cuma ngasih contoh), masih encer-encer gituh.

dengan campuran kismis (greenopia-com2.jpg)

 

Dan setelah saya konsultasi ma Mbah Google, ternyata bejibun tuh resep campuran oatmeal. Bisa dibikin kue, cookies, dan sebagainya. Tapi harap ingat buat yang lagi melakukan diet energi rendah kayak saya (terutama penurunan berat badan), bahan-bahan penyerta oatmealnya kudu dipertimbangkan banget kalori dan lemaknya. Salah-salah malah nambah berat badan. Ya sesekali nggak apa-apa deh.

Padahal oatmeal mempunyai segudang manfaat untuk menjaga kesehatan kita. Bahan dasarnya adalah tepung oat, yakni tepung yang mengandung banyak serat makanan. Bahkan kandungan serat oatmeal bisa tiga kali lebih besar daripada beras merah! Kita semua tentu tahu pentingnya serat bagi tubuh, yaitu untuk mengikat lemak dari makanan dan menekan penyerapannya. Setelah lemak itu diikat, akan dibawa ke bagian pembuangan  dan keluar dalam bentuk feses. Itulah kenapa sekarang banyak banget iklan serat instan buat mereka yang mengalami sembelit (susah buang air besar) karena kurang asupan serat, mungkin karena nggak suka makan sayur dan buah.

kalau diginiin merangsang selera kan? (nutrition.preschoolrock.com)

Selain itu oats  dapat menyerap kelebihan kolesterol jahat dalam tubuh yang berbahaya buat jantung kita (beresiko terkena jantung koroner). Menurut penelitian, mengkonsumsi 70 gram oatmeal per hari dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Ohya penting diketahui pengidap kolesterol tidak berbanding lurus dengan berat tubuh ya. Banyak orang bertubuh kurus atau standar tapi kadar kolesterol jahatnya (LDL) tinggi, sementara yang over weight malah nggak. Alhamdulillah waktu berat badan saya 75 kg, setiap tes lab, kadar LDL dan HDL saya normal. 

Oats juga mengandung glikemi yang rendah, sehingga aman bagi penderita diabetes untuk mengkonsumsi bubur gandum karena tingkat gula darah yang dihasilkan setelah makan amat rendah. Karena itu oatmeal aman bagi yang ingin melakukan diet penurunan berat badan atau ingin menerapkan pola makan sehat. Kelebihan lainnya, ialah menjaga perut kenyang dalam waktu agak lama, sehingga nggak melilit kelaparan sampai waktu makan berikutnya. Di luar sahur, oatmeal bagus buat sarapan, perut akan lega hingga makan siang. Atau buat makan malam juga okeh.

huuaaa mauuuuu (recipes4cakes.com)

 

Oatmeal pun mengandung banyak Vitamin E yang berfungsi sebagai anti oksidan untuk mencegah perkembangan sel kanker, penuaan dini, dan membantu melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Nah, dengan banyaknya zat-zat manfaat dalam oatmeal, termasuk beragam mineral dan zat besi, mengapa ragu menjadikannya makanan keseharian dalam hidup kita?

Selain mencampurnya dengan susu dan madu, dapat juga dikombinasikan dengan buah-buahan, misalnya mencemplungkan potongan pisang, jeruk, apel, pir, anggur, pepaya, atau apa pun buah favorit kita. Saya menyarankan menggunakan rasa manis dari buah atau madu, ketimbang gula pasir ya. Tapi terserah selera masing-masing. Kalau nggak suka susu, ya pakai air panas saja, campur pemanis alami dan tambah buah. Dijamin ketagihan dweeeh

So, masih jijay dengan oatmeal? tergantung ngolahnya dooong aaahhh.


Tips Puasa Ceria

Posted: August 12, 2010 in Informasi

Alhamdulillah usia kita sampai juga di bulan Ramadhan ya, bulan penuh rahmat dan ampunan. Semoga puasa kita kali ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan bisa ibadah dengan maksimal. 

Puasa diyakini dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan berlebihan. Ya maklum aja dweeeh, kalau nggak puasa kan kita suka kalap kalau makan, terutama kalau berjumpa makanan favorit, udah kayak ketemu musuh bebuyutan aja, pengennya langsung dirauk hihihi. Padahal makanan berlebih yang masuk ke tubuh kita belum tentu gizinya sesuai dengan kebutuhan dan salah-salah malah bisa membahayakan kesehatan kita.  Kelebihan gizi atawa overnutrisi bisa menyebabkan kegemukan (just like I was before!) yang beresiko menimbulkan penyakit degeneratif macam kolesterol, jantung koroner, diabetes, dan sebagainya. Penyakit akibat gaya hidup lah, suka disebutnya.

Manfaat puasa ditinjau dari sisi kesehatan di antaranya:

– Detoksifikasi tubuh dari racun dan kotoran yang selama ini mengendap akibat gaya hidup kurang sehat

– Mengistirahatkan sejenak organ pencernaan

– Meremajakan sel-sel tubuh dan memperbaiki fungsi hormon tubuh

– Menambah sel darah putih yang berfungsi sebagai perisai dari serangan penyakit. Dengan puasa sistem imunitas tubuh otomatis meningkat.

– Menyeimbangkan kadar asam dalam tubuh

Nah, di bulan Ramadhan juga saatnya kita berlatih pengendalian diri terhadap segala keinginan duniawi dan hanya mengikuti kehendak-Nya. Pengendalian dirinya kan bermacam-macam tuh, nggak hanya menahan diri dari makan dan minum, tapi juga terhadap hawa nafsu lainnya, seperti amarah, bergosip, zina mata dan hati, dan sebagainya. Bagusnya sih pengendalian diri ini seumur hidup, nggak cuma Ramadhan yup, tapi emang dasar manusia, suka kambuhan penyakit lamanya hehe. That’s why saya sudah hampir 3 bulanan ini mulai menerapkan pola hidup sehat, bukan hanya demi menurunkan berat badan, tapi juga untuk memaintain kesehatan.

Mungkin bawaan sugesti kali ya kalau puasa sepertinya lemas dan malas ngapa-ngapain. Saya pun hari pertama puasa kerjanya leyeh-leyeh saja, nggak buka laptop sama sekali hihi. Apalagi gara-gara sahur pakai sambal, perut seharian itu bawaannya nggak enak. Kapok!

Barulah hari kedua puasa semangat mulai ranum dan tergerak membuka laptop. Sekarang, bagaimana nih kiatnya supaya puasa-puasa tetap energik dan terhindar dari aura kemalasan yang menggodah aaahhh….Di sini saya coba share tipsnya berdasarkan pengalaman sendiri dan disadur dari beberapa sumber yup.

Wokeh, siap-siap menyimak:

1. Kudu sahur. Yup, jangan lupa sahur yak, karena organ-organ pencernaan kita akan beristirahat seharian penuh dari pekerjaannya, maka tubuh butuh asupan nutrisi dan gizi yang mencukupi untuk kita beraktivitas seharian. Lagian Rasulullah Saw udah bilang “Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar.” 

2. Makan makanan yang kaya akan serat dan berprotein tinggi. Sebaiknya hindari yang terlalu manis dan berlemak karena justru membuat lekas lapar di siang hari. Bagus sekali untuk sahur itu makan nasi merah, roti gandum, oatmeal, susu dan jangan lupa buah-buahan.

oatmeal (galerikuliner.blogspot.com)

roti gandum (healwithhope.com)

 

saya pribadi lebih suka sahur dengan oatmeal yang dicampurkan dalam susu kalsium (low/nonfat), kemudian sebagai pemanisnya adalah madu. Atau dengan roti gandum yang dicocol di susu plus madu tadi, ditambah sebutir apel atau pir, atau jeruk. Rasanya lebih praktis dan perut nggak kekenyangan. Karena kalau makan nasi nggak pedas lauk atau sayurnya, rasanya nggak seru aja, akibatnya sepanjang hari perut saya nggak enak. Jangan KEKENYANGAN yak, dijamin besoknya nguantuuuuukkk aja rasanya, jadi nggak energik.

3. Berbuka dengan yang manis. Nah, ini mungkin ada perbedaan persepsi buat masing-masing orang ya. Tradisi kita kan yang manis-manis didapat dari tajil seperti kolak, bubur sumsum, es buah, dan lainnya. Sebenarnya manis yang baik bukan dari gula pasir tapi dari gula aren, madu, dan kurma. Saya bertekad bulan puasa ini mau mengikuti sunnah Rasulullah, berbuka dengan tiga butir kurma dan minum air putih atau teh manis hangat, kemudian sholat Magrib (believe me, it’s not easy!). Pengalaman tahun-tahun sebelumnya *pengakuan nih* begitu azan, saya biasanya langsung beranjak ke menu utama saking luapeerrnya hehe. Namun tahun ini saya upayakan benar-benar mengendalikan diri. Habis sholat Magrib, baru saya makan makanan utama, seperti makanan saya sehari-hari: nasi merah, sayur, dan lauk-pauk (bukan goreng) dengan porsi secukupnya. 

Kurma (cegahstroke.blogspot.com)

honey (genasik.telkomsel.com)

 

Kalau masih tergoda dengan tajil kolak, dkk yang disediakan di rumah, baiknya makan setelah sholat teraweh, dengan porsi tidak berlebih, secangkir cukup. Intinya, makan jangan sekaligus, tapi bertahap, supaya lambung nggak kaget karena dipaksa kerja keras setelah seharian beristirahat. Kalau dipaksa bisa ngambek loh dia, kita juga yang repot kan?

4. OLAHRAGA. Hadooohhh lemess  kaleeee! hi hi hi… waktu saya menulis status di fb kalau saya mau olahraga sore, rata-rata memberikan komentar; lemes dan ngantuk. Padahal dalam keseharian, olahraga baiknya menjadi menu wajib demi menjaga kesehatan dan melancarkan peredaran darah. Termasuk pada saat puasa, olahragalah yang ringan seperti jalan kaki sore-sore atau senam ringan. Tentu kadarnya dikurangi. Kalau di luar bulan puasa kita sanggup olahraga 1 jam, baiknya saat puasa dikurangi menjadi setengah jam. Kasihan tubuh kalau dibiarkan istirahat sebulan puoool nggak olahraga, dia akan menjadi lemas dan loyo. Bisa-bisa setelah bulan puasa usai, untuk olahraga lagi kita memulainya dari nol, berabe.

5. Banyak minum air putih. Wah ini penting sekali supaya pencernaan dan metabolisme tubuh terkendali baik. Biasanya di saat puasa kita kurang minum, tanda-tandanya bisa dilihat pada air seni. Kalau air seni kita berwarna kuning tua atau oranye, itu tandanya kita kurang minum. Air seni yang menandakan kita cukup minum warnanya kuning terang atau bening.

fresh water (eramuslim.com)

Begitulah. Namanya juga pengendalian diri, bener-bener dites dah hawa nafsunya bisa ditahan nggak. Bagaimana? Bisa kan? Insya Allah. Semangaaaaat

Icip Makanan Vegetarian

Posted: August 12, 2010 in Informasi

Sejak dulu saya sudah tertarik kepengen icip-icip rasanya makanan vegetarian, terutama yang bervarian ‘daging’. Selama ini kan hanya nonton di tv atau baca twitannya @deelestari soal makanan tersebut. Cuma, saya kan nggak tahu di mana resto-resto tersebut (terutama di kawasan Depok dan sekitarnya yak hehe), Mba Dee sih pernah kasih list kumpulan resto vegan semacam ini, cuma hanya menjadi hiasan di laptop saya (jiyaaah nyimpen filenya aja lupa di mana hihi).

Anyway, hingga suatu hari saya baca status fb teman saya mba Dewi, kalau dia sedang makan di salah satu kios makanan di Foodholic gedung Giant-Mitra 10 Cibubur. Saya langsung nyamber komen nanya-nanya soal harga, dan kata Mba Dewi harganya bersahabat. Iseng saya nyeletuk,”Kalau gitu traktir dunk,” jiyaaah beliau bersedia, hihihi, Alhamdulillah… rezeki kok ditolak.

Maka sehari sebelum puasa kemarin, saya janjian dengan Mba Dewi di lokasi. Jam 14.00 kurang saya tiba dan langsung ke lokasi foodcourt di lt.3. Belum-belum mata sudah tertumbu di jejeran elektronik, laptop, dan camdig. Saya emang paling nggak tahan melihat yang beginian (secara lagi ngimpi pengen beli netbook biar mudah dibawa-bawa). Pas lagi melototin semua sambil BBMan dengan Mba Dewi, ternyata doi dah tiba! Jiyahhh mbok bilang dari tadi.

Akhirnya saya hampiri beliau di tempatnya duduk, kemudian kami langsung pesan makanan di kios makanan vegetarian itu. Karena penasaran ma ‘daging’nya, saya pesan sate. Mba Dewi sendiri pesan burger. Wah menarik nih. Nggak sabar mencicipi rasanya.

Ternyata hari itu saya ketemuan dua orang teman baru. Mba Dewi janjian juga dengan dua orang teman lelakinya, dan ndilalahnya, gara-gara baca status saya di fb tentang ‘kencan’ saya hari itu dengan Mba Dewi, si Wulan, temen sekantornya Mba Dewi nyaut minta ikut.

“Hayuuuu… susul kemari yak, cepetan.”

Jawab saya. Kan kantornya dekat, di Cibubur juga. Akhirnya perjumpaan itu berkembang dari berdua menjadi berlima, Subhanallah indahnya silaturahmi.

Nah, kemudian datanglah pesanan. icip-icip satenya.. hmmm

“Gimana? seratnya kayak daging nggak?” tanya Mba Dewi.

“Hmm… mirip daging sih, walau seratnya kurang terasa.” Agak terlalu manis menurut saya.

Tapi daging burger rasanya lebih mirip daging, walau sayangnya too much butter! Kentangnya juga terasa mentega. Hmm berarti ini buat orang yang belum pure vegetarian yak hehehe.

Mencuri informasi dari Wikipedia, vegetarian (atau nabatiwan) adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging, unggas, ikan, atau hasil olahannya. Istilah ini diciptakan pada tahun 1847  dan pertama kali digunakan secara formal pada tangga 30 September tahun itu oleh Joseph Brotherton di Nortwood Villa, Kent, Inggris.  Definisi asli dari ‘vegetarian’ adalah dengan atau tanpa telur, dan hasil ternak perah. 

Jenis-jenis vegetarian:

Semi-Vegetarian

Di samping memakan makanan berbahan nabati, kelompok ini juga mau maka ikan, daging, susu, dan telur. Jenis  ini adalah kelompok yang paling rendah.

Lacto-avo-vegetarian

Selain makan yang terbuat dari bahan nabati, masih mengkonsumsi susu dan telur.  

Lacto-vegetarian

Selain memakan makanan nabati, mereka masih mengkonsumsi susu dan produk-produk yang terbuat dari susu. 

Ovovegetarian

Kelompok nabatiwan ini merupakan kebalikan dari Lacto-vegetarian.

Vegan

Merupakan kelompok nabatiwan yang paling ketat. Mereka hanya mau bahan makanan dari nabati saja. Bahkan madu dari lebah pun dihindari. Karena saking ketatnya, mereka juga sering protes tentang pemanfaatan hewan oleh manusia.

 Lantas apa sih manfaat jadi vegetarian? Menurut penelitian di Amerika, para vegetarian dikatakan  lebih sehat, panjang umur, bahkan awet muda. Mereka juga terhindar dari penyakit jantung. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa serat dalam sayur dan buah amat berguna bagi kesehatan yang mengakibatkan populernya vegetarianisme di dunia.

Walaupun bukan berarti nggak ada resiko. Kaum vegetarian dikhawatirkan kekurangan zat besi dan vitamin B12 dari pangan hewani, yang bisa mengakibatkan mengalami anemia atau penyakit kurang darah. Di samping itu, para vegetarian juga kekurangan protein yang berfungsi membangun tubuh. Itu sebabnya untuk menjadi vegetarian, sebaiknya setelah melalui masa pertumbuhan. Jangan dimulai dari anak-anak. Katanya lagi nih, kaum vegetarian beresiko kekurangan zat pembeku darah, kalau-kalau mereka sakit dan harus dilakukan tindakan operasi, darahnya akan sulit beku.

Yah, pilihan memang di tangan masing-masing. Saya sih bukan vegetarian ya, apalagi dalam agama saya memakan hewan kan dihalalkan, kecuali beberapa yang masuk dalam kategori haram. Jadi kalau sudah dihalalkan, maka saya tak mau ‘mengharamkan’. Allah membolehkan pasti ada manfaat dan kalau melarang pasti ada sebab yang akan merugikan kita. Kecuali untuk daging sapi dan kambing, saya menguranginya. Saya demeeeen banget yang namanya sate kambing atau kambing guling, tapi tentu nggak sering-sering. Sesekali saja. Bahkan kalau makan sate di tempat langganan, biasanya saya pesan 5 tusuk ayam dan 5 tusuk kambing dengan bumbu kecap, plus irisan kol, dan acar cabe rawit, timun, dan bawang merah, hmmmm yummy… jadi ngencesss (ups puasa!)

Saya hanya sekadar penasaran dan amazed, sari kedelai bisa dibuat menjadi ‘daging’ dan rasanya miriiippppp….

*Mohon maaf kalau ada kesalahan istilah*

Sate vegetarian

 

Burger Vegetarian

Dibuat Gregetan sama Jarum Timbangan

Posted: August 9, 2010 in Kisah

Yup, semingguan ini diyet saya masih kacow bliaw, hiks. Kalau sudah baca tulisan saya sebelumnya yang “Efek Terlena” dan “Tantangan Diet di Workhsop Clinical Hypnotherapy” maka tulisan ini masih ada hubungannya.

*Tarik napas dulu* Gara-gara makan kalap dua hari saja ternyata ‘bayaran’nya mahal juga. Hingga hari ini saya masih cuek makan ikan goreng tadi. Walau olahraganya teteup dijalani, bahkan kemarin saya olahraga pagi (body slender) dan sore (jogging), jarum timbangan tak jua menyentuh angka 66 kg! Padahal sebelumnya sempat hampirrrrr menyentuh angka itu! Sekarang kalau saya menimbang, jarumnya masih di bawah angka 67 kg terus-terusan. GREGETAN kaaaan? hihihi…

Saya tadi mengadu ada @jeungririe, mentor diyet yang lagi menikmati masa mengunjungi suaminya di Brisbane, Oz.

“Rieeee hiks…”

“Knavaaaaa” jawabnya via YM

Lalu saya ceritakan kendala saya. Ririe hanya tertawa,”Xixixixi, sindrom itu, biasa mah, gw juga kadang begitu.”

“Iya neh,” jawab saya, “Kayaknya mentang-mentang mao puasa jadinya susye bener nahan diri.”

Ririe ketawa lagi (via onlen maksudnye ketawanye),”Sama gw juga nih mentang-mentang mau puasa, semua gw embat, tapi setelahnya kita kontrol lagi.”

Kemudian Ririe menyinggung foto saya di fb,”Laaah itu di fotonya ada kentang goreng dan roti goreng ya, mendingan kamu makan nasi sama ikan balado lebih aman.”

“Jiyah, ntuw mah temen gw yang pesen, gw cuma ngembat kentang goreng 2 biji!”

“Wuakakakakak, kalo gw dah dicaplok tuh!” sahut Ririe.

“Ga mauuuu… kentang aja dua biji. Masih untung nggak pesen sandwich tuna, tuh.”

“Gpp, asal jangan kebanyakan mayonaise atau kalau bisa minta tanpa mayonaise,” ia mengingatkan.

Begitulah, tantangan pola makan sehat ialah saat kita berada di luar rumah. Biasanya saya mengusahakan bawa lunch dari rumah, berupa nasi merah dan sayur, juga lauk (bukan digoreng). Cuma kalau nggak sempet masak, mau nggak mau musti pintar-pintar cari jajanan yang pas.

Saya akui minggu ini rada lepas kendali (ehem). Saya sempat makan mie Aceh karena penasaran (tapi porsinya dikiiiit), lalu keesokkan harinya makan di Omah Solo, kendati pesen paket nasi merah, tapi sayurnya pecel (bumbunya kan kacang goreng) karena urapnya habis. Lalu empal dan tempenya digoreeeng pula. Lalu sorenya jumpa teman-teman SG (Support Group) di MP Book Point Cafe, minum lemon tea (dengan gulanya) dan ngembat kentang goreng 2 biji hihihi.

Di rumah juga mulai permisif pada prinsip sendiri. Artinya, ada lauk gorengan saya embat juga, kendati porsi makan tetep biasa dan nggak ngemil kecuali buah, tapi saya akui kebanyakan makan makanan berminyak. Yah itulah penyebabnya. Dan… perut saya rada kenyang neh kalao makan, sebab sudah dua bulanan saya terbiasa makan nggak kenyang (atau tambal buah dan air putih buat ngenyangin), alhasil perut terasa endutan, nggak nyaman dweeeeh. Masih untung timbangan nggak naik, walau nggak turun, hiks.

Gpp, musti diupayakan lagi. Ramadhan pun musti dikontrol, jangan sampai kebanyakan makan manis-manis. Maklum biasanya kan Ramadhan, Mama masaknya rada bombastis. Ada kolak, atau es buah, atau bubur sumsum, atau apalah sebagai teman buka. Saya berusaha menerapkan makan ala Rasulullah SAW, buka dengan dua butir kurma, minum air putih, lalu sholat magrib, baru makan besar (jangan kebesaran yak hehehe). Ugh… harus bisa nih nggak nyentuh kolak dkk, atau kalo kepengen mah icip aja sesendok. Doakan saya istiqomah yak. Mari berrrjuang mengendalikan hawa nafsu.

Bayangkan makanan di depan mata, tapi cuma ngembat 2 biji kentang goreng hihi

Bagaimana rasanya??? Sujud syukurrrr … saya hampir menangis malam itu ketika… sebetulnya sih iseng-iseng aja, dalam rangka memilih baju yang akan dipakai keesokkan harinya. Saya buka pintu lemari dan mulai memilah-milah. Awalnya saya mengambil sepucuk kemeja batik pemberian kakak saya di Batam tahun lalu. Waktu itu bagian lengannya amaaaat sempit dan sempat saya bawa ke tukang jahit untuk dilebarkan sedikit bagian lengan itu, namun tetap belum cukup!

Maka, kemeja batik itu hanya teronggok di lemari. Malam ini saya coba, lumayan… lengan sudah bisa masuk walau masih ketatttt. Hmm.. tak mengapa, paling tidak sudah menambah motivasi saya. Lalu satu per satu saya ambil kemeja lainnya, kemeja-kemeja yang tadinya sudah mengetat dan membuat perut saya menonjol kala mengenakannya.

Amazing! muat… aaaaarrrhhhh… saya menganga depan cermin. What a great progress! Bahkan saya jajal celana jeans favorit dan sudah enak masuk ke kaki hingga pinggul saya. Ruuaaar biasa.

Kemudian… tampaklah kemeja panjang berwarna pink itu, dari bahan.. entah apa nama dan jenisnya, saya gagap fashion, kemeja pemberian kakak saya pula tahun lalu, ketika saya bertugas di Batam dan menginap di rumahnya. Waktu itu saya putus asa menatap kemeja yang bagus sekali dan saya yakin harganya di atas kemampuan saya. Namun saya putuskan simpan saja dan untungggg nggak saya kasihkan ke orang.

Dengan jantung berdebar saya ambil kemeja itu, saya buka risletingnya dan saya kenakan. Tangan kanan lolos dengan mulus, tangan kiri… lolos juga, kemudian… saya risleting depannya, WOW …. muat bowwwwww…

Rasanya saya ingin loncat-loncat di kamar. Karena tipe baju begitu memang favorit saya, cuman dari dulu kalau melihatnya di toko, nggak pernah muat blas di badan, hiks. Bahkan waktu ke Tanah Abang sebulan lalu, saya melihat kemeja sejenis, saya sudah bertekad… ntar luh ye.. minimal berat gw turun 10 kg, gw borong luuuu  …

Kendati semingguan ini saya lagi merasa rada endutan karena rada lepas kendali, tapi eksperimen pakaian-pakaian lama itu lumayan menambah motivasi saya, waaah kalau begini mah, target musti tercapai. Penasaran juga saya karena saya belum pernah merasakan di berat tubuh yang saya idamkan itu (rahasia yaaaak) hi hi hi.

Btw inilah foto kemeja pemberian kakak tercinta yang akhirnya muat di tubuh.

Berpose dengan teman yang lama tak berjumpa

Efek Terlena

Posted: August 7, 2010 in Kisah

Kenapa saya bilang efek terlena?? hiks… gawat juga ternyata efeknya gara-gara makan kalap di Workshop Clinical Hypnotherapy minggu lalu. Maklum seminar di hotel, udah mbayar, moso nggak nikmatin *bukan ngeles yak*. Namun eh namun… hingga semingguan ini saya masih dalam efek terlena. Saya agak lepas kendali walaupun tetap terkontrol (kamsudnya apa sih?) hi hi hi.

Contohnya, ada lauk goreng, main embat, ada kue, embat juga meski sikiiiit saja, kemudian makannya agak-agak kenyang. Whuaaa terasa banget neh perut nggak enak, begah, penuh, yah jelas lah nasiiibb timbangan bertahan di angka 67 kg (sebelumnya sempat hampirrrrrr 66 kg loh).

Dan, terus terang agak susah tuh memaksa diri menahan diri dan berolah raga. Namun, tekad saya lebih kuat, olahraganya teteeeuuupppp harus dilakukan selama saya ada di rumah. Tadi sore saya paksakan berbody slender hingga 4.706 ayunan, lumayan 658 cal burned! Masalahnya tadi di rumah ada arisan dan masak soto ayam! ada es buah pake susu pula, nah rada lepas kendali tuh. Untungggggnya pas di jalan tadi sebelum pulang, saya berhasil menahan diri nggak makan di Margo City, udah niat makan nasi singaporean yang pakai sayur brokoli dan irisan dada ayam tuh, yummy. Wong motor saya sempat berhenti depan Margo City kok, menimbang-nimbang, masuk nggak… masuk nggak… akhirnya… nggaaak.

Keputusan yang tepat, coz saya lupa kalau nih hari ada arisan teman-teman kakak saya. Whuaaa sudahlah, dan bukan termasuk satfreeday juga nih hari, wong dari Jumatnya udah rada-rada lepas kendali koooook, mentang-mentang mau Ramadhan nih kayaknya.

Weiiit besok musti mulai menahan diri lagi, olahraga ditambah dweeeh

Stomach Culture Shock

Posted: August 4, 2010 in Kisah

Senin dan Selasa (2 dan 3 Agustus 2010) kemarin perut saya rasanya nggak enak banget. Lambung kontraksi terus, cekot-cekot dan kenceng-kenceng, perut kanan pun berperilaku serupa. Kemudian saya merasa mual dan kepala nggak enak. Hadoooh kenapa nih? Jadi nggak konsentrasi kerja, padahal harus mengejar target halaman. Namun karena kondisi badan saya nggak enak, saya nggak bisa memaksakan diri kerja.

Laptop kebanyakan dianggurin aja, lalu saya rebahan di kasur, ke laptop lagi, ngasurr lagi, mual… untungnya serangan kepanikan tidak melanda, jadi napas nggak sesak. Dalam kondisi gitu kalau ditambah panik, wah kacawlah dunia. Akhirnya saya banyak-banyak nenggak madu dua hari kemarin. Kan madu bagus buat pengobatan lambung (yang saya pelajari dari pengobatan alamiah). Selasa kemarin saja sampai 6 sdm madu saya tenggak seharian, ditambah melakukan SEFT (Spiritual Emotion Freedom Technique). yakni pengetukkan dengan jari-jari di beberapa bagian tubuh sambil berafirmasi dan berdoa untuk meredakan ketidakenakan yang saya rasakan di tubuh.

Kemudian saya merenung, ada apa ya? saya sampai mengelus-elus perut saya, menyadari mungkin saya telah berlaku zalim pada lambung saya, namun apa? kemudian saya ingat, kayaknya perut saya kaget akibat Sabtu-Minggu sebelumnya dihantam makanan berlimpah ketika mengikuti workshop Clinical Hypnotherapy di Hotel Santika (bisa baca tulisan saya sebelumnya tentang workshop ini).

Nah, ini dia tampaknya yang menjadi penyebab. Setalah dua bulanan saya memiliki pola makan tertentu, tubuh saya sudah beradaptasi sedemikian baiknya dan mendukung pola hidup sehat yang saya jalani, mendadak selama dua hari dimasukkan beraneka ragam bumbu masakan (masakan Indonesia, Jepang, Western), tentulah ia kaget dan ‘ngambeg’. 

Walaupun saya tetap menjaga tidak terlalu kekenyangan kala itu (supaya nggak ngantuk dan tetap energik di kelas), tapi asupan yang diterima perut saya melebihi kadar biasanya. Efek buruk lainnya ialah, saya masih terlena. Bahkan sampai hari ini ada lauk gorengan masih saya embat. Kayak tadi pagi, rencana mau sarapan susu lowfat plus oatmeal, eeeeh melihat telur ceplok nganggur, merasa sayang kalau tidak dimakan. Sudahlah saya ambil nasi merah, makan pakai telur ceplok dan sambal kecap.

Tapi itulah suka-dukanya orang berdiet, tantangan dan godaan selalu menghampiri. Ada kalanya kita kuat dan ada kalanya kita kalah. Satu yang musti diingat: olahraganya musti jalan terus. Kemarin timbangan saya sempat naik lagi ke 67 kg (sebelumnya hampirrr menyentuh angka 66 kg), tapi Alhamdulillah tadi pagi saya menimbang sudah hampirrr ke 66 kg lagi hi hi hi. Semoga sebelum bulan Ramadhan bisa benar-benar menyentuh 66 kg, jadi berat saya total turun 9 kg (dari sebelumnya 75 kg)

Yuuuk, lanjutkan pola hidup sehat. CEMANGGAAATTT…