Stomach Culture Shock

Posted: August 4, 2010 in Kisah

Senin dan Selasa (2 dan 3 Agustus 2010) kemarin perut saya rasanya nggak enak banget. Lambung kontraksi terus, cekot-cekot dan kenceng-kenceng, perut kanan pun berperilaku serupa. Kemudian saya merasa mual dan kepala nggak enak. Hadoooh kenapa nih? Jadi nggak konsentrasi kerja, padahal harus mengejar target halaman. Namun karena kondisi badan saya nggak enak, saya nggak bisa memaksakan diri kerja.

Laptop kebanyakan dianggurin aja, lalu saya rebahan di kasur, ke laptop lagi, ngasurr lagi, mual… untungnya serangan kepanikan tidak melanda, jadi napas nggak sesak. Dalam kondisi gitu kalau ditambah panik, wah kacawlah dunia. Akhirnya saya banyak-banyak nenggak madu dua hari kemarin. Kan madu bagus buat pengobatan lambung (yang saya pelajari dari pengobatan alamiah). Selasa kemarin saja sampai 6 sdm madu saya tenggak seharian, ditambah melakukan SEFT (Spiritual Emotion Freedom Technique). yakni pengetukkan dengan jari-jari di beberapa bagian tubuh sambil berafirmasi dan berdoa untuk meredakan ketidakenakan yang saya rasakan di tubuh.

Kemudian saya merenung, ada apa ya? saya sampai mengelus-elus perut saya, menyadari mungkin saya telah berlaku zalim pada lambung saya, namun apa? kemudian saya ingat, kayaknya perut saya kaget akibat Sabtu-Minggu sebelumnya dihantam makanan berlimpah ketika mengikuti workshop Clinical Hypnotherapy di Hotel Santika (bisa baca tulisan saya sebelumnya tentang workshop ini).

Nah, ini dia tampaknya yang menjadi penyebab. Setalah dua bulanan saya memiliki pola makan tertentu, tubuh saya sudah beradaptasi sedemikian baiknya dan mendukung pola hidup sehat yang saya jalani, mendadak selama dua hari dimasukkan beraneka ragam bumbu masakan (masakan Indonesia, Jepang, Western), tentulah ia kaget dan ‘ngambeg’. 

Walaupun saya tetap menjaga tidak terlalu kekenyangan kala itu (supaya nggak ngantuk dan tetap energik di kelas), tapi asupan yang diterima perut saya melebihi kadar biasanya. Efek buruk lainnya ialah, saya masih terlena. Bahkan sampai hari ini ada lauk gorengan masih saya embat. Kayak tadi pagi, rencana mau sarapan susu lowfat plus oatmeal, eeeeh melihat telur ceplok nganggur, merasa sayang kalau tidak dimakan. Sudahlah saya ambil nasi merah, makan pakai telur ceplok dan sambal kecap.

Tapi itulah suka-dukanya orang berdiet, tantangan dan godaan selalu menghampiri. Ada kalanya kita kuat dan ada kalanya kita kalah. Satu yang musti diingat: olahraganya musti jalan terus. Kemarin timbangan saya sempat naik lagi ke 67 kg (sebelumnya hampirrr menyentuh angka 66 kg), tapi Alhamdulillah tadi pagi saya menimbang sudah hampirrr ke 66 kg lagi hi hi hi. Semoga sebelum bulan Ramadhan bisa benar-benar menyentuh 66 kg, jadi berat saya total turun 9 kg (dari sebelumnya 75 kg)

Yuuuk, lanjutkan pola hidup sehat. CEMANGGAAATTT…

Comments
  1. Jeung Ririe says:

    iya Jeung, pwnyakit maag bukan cuma karena kurang makan atau telat makan, tapi juga bia krn kebanyakan makan berbagai jenis makanan wlo sedikit2. Gw klo maag kumat lbh krn halitu, makan terlalu byk jenis.😀 biasanya di satfreeday lagi lost control of appetite.:D

  2. laurakhalida says:

    hmmm… masih keenakan makan banyaknya neh hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s