Dibuat Gregetan sama Jarum Timbangan

Posted: August 9, 2010 in Kisah

Yup, semingguan ini diyet saya masih kacow bliaw, hiks. Kalau sudah baca tulisan saya sebelumnya yang “Efek Terlena” dan “Tantangan Diet di Workhsop Clinical Hypnotherapy” maka tulisan ini masih ada hubungannya.

*Tarik napas dulu* Gara-gara makan kalap dua hari saja ternyata ‘bayaran’nya mahal juga. Hingga hari ini saya masih cuek makan ikan goreng tadi. Walau olahraganya teteup dijalani, bahkan kemarin saya olahraga pagi (body slender) dan sore (jogging), jarum timbangan tak jua menyentuh angka 66 kg! Padahal sebelumnya sempat hampirrrrr menyentuh angka itu! Sekarang kalau saya menimbang, jarumnya masih di bawah angka 67 kg terus-terusan. GREGETAN kaaaan? hihihi…

Saya tadi mengadu ada @jeungririe, mentor diyet yang lagi menikmati masa mengunjungi suaminya di Brisbane, Oz.

“Rieeee hiks…”

“Knavaaaaa” jawabnya via YM

Lalu saya ceritakan kendala saya. Ririe hanya tertawa,”Xixixixi, sindrom itu, biasa mah, gw juga kadang begitu.”

“Iya neh,” jawab saya, “Kayaknya mentang-mentang mao puasa jadinya susye bener nahan diri.”

Ririe ketawa lagi (via onlen maksudnye ketawanye),”Sama gw juga nih mentang-mentang mau puasa, semua gw embat, tapi setelahnya kita kontrol lagi.”

Kemudian Ririe menyinggung foto saya di fb,”Laaah itu di fotonya ada kentang goreng dan roti goreng ya, mendingan kamu makan nasi sama ikan balado lebih aman.”

“Jiyah, ntuw mah temen gw yang pesen, gw cuma ngembat kentang goreng 2 biji!”

“Wuakakakakak, kalo gw dah dicaplok tuh!” sahut Ririe.

“Ga mauuuu… kentang aja dua biji. Masih untung nggak pesen sandwich tuna, tuh.”

“Gpp, asal jangan kebanyakan mayonaise atau kalau bisa minta tanpa mayonaise,” ia mengingatkan.

Begitulah, tantangan pola makan sehat ialah saat kita berada di luar rumah. Biasanya saya mengusahakan bawa lunch dari rumah, berupa nasi merah dan sayur, juga lauk (bukan digoreng). Cuma kalau nggak sempet masak, mau nggak mau musti pintar-pintar cari jajanan yang pas.

Saya akui minggu ini rada lepas kendali (ehem). Saya sempat makan mie Aceh karena penasaran (tapi porsinya dikiiiit), lalu keesokkan harinya makan di Omah Solo, kendati pesen paket nasi merah, tapi sayurnya pecel (bumbunya kan kacang goreng) karena urapnya habis. Lalu empal dan tempenya digoreeeng pula. Lalu sorenya jumpa teman-teman SG (Support Group) di MP Book Point Cafe, minum lemon tea (dengan gulanya) dan ngembat kentang goreng 2 biji hihihi.

Di rumah juga mulai permisif pada prinsip sendiri. Artinya, ada lauk gorengan saya embat juga, kendati porsi makan tetep biasa dan nggak ngemil kecuali buah, tapi saya akui kebanyakan makan makanan berminyak. Yah itulah penyebabnya. Dan… perut saya rada kenyang neh kalao makan, sebab sudah dua bulanan saya terbiasa makan nggak kenyang (atau tambal buah dan air putih buat ngenyangin), alhasil perut terasa endutan, nggak nyaman dweeeeh. Masih untung timbangan nggak naik, walau nggak turun, hiks.

Gpp, musti diupayakan lagi. Ramadhan pun musti dikontrol, jangan sampai kebanyakan makan manis-manis. Maklum biasanya kan Ramadhan, Mama masaknya rada bombastis. Ada kolak, atau es buah, atau bubur sumsum, atau apalah sebagai teman buka. Saya berusaha menerapkan makan ala Rasulullah SAW, buka dengan dua butir kurma, minum air putih, lalu sholat magrib, baru makan besar (jangan kebesaran yak hehehe). Ugh… harus bisa nih nggak nyentuh kolak dkk, atau kalo kepengen mah icip aja sesendok. Doakan saya istiqomah yak. Mari berrrjuang mengendalikan hawa nafsu.

Bayangkan makanan di depan mata, tapi cuma ngembat 2 biji kentang goreng hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s