Icip Makanan Vegetarian

Posted: August 12, 2010 in Informasi

Sejak dulu saya sudah tertarik kepengen icip-icip rasanya makanan vegetarian, terutama yang bervarian ‘daging’. Selama ini kan hanya nonton di tv atau baca twitannya @deelestari soal makanan tersebut. Cuma, saya kan nggak tahu di mana resto-resto tersebut (terutama di kawasan Depok dan sekitarnya yak hehe), Mba Dee sih pernah kasih list kumpulan resto vegan semacam ini, cuma hanya menjadi hiasan di laptop saya (jiyaaah nyimpen filenya aja lupa di mana hihi).

Anyway, hingga suatu hari saya baca status fb teman saya mba Dewi, kalau dia sedang makan di salah satu kios makanan di Foodholic gedung Giant-Mitra 10 Cibubur. Saya langsung nyamber komen nanya-nanya soal harga, dan kata Mba Dewi harganya bersahabat. Iseng saya nyeletuk,”Kalau gitu traktir dunk,” jiyaaah beliau bersedia, hihihi, Alhamdulillah… rezeki kok ditolak.

Maka sehari sebelum puasa kemarin, saya janjian dengan Mba Dewi di lokasi. Jam 14.00 kurang saya tiba dan langsung ke lokasi foodcourt di lt.3. Belum-belum mata sudah tertumbu di jejeran elektronik, laptop, dan camdig. Saya emang paling nggak tahan melihat yang beginian (secara lagi ngimpi pengen beli netbook biar mudah dibawa-bawa). Pas lagi melototin semua sambil BBMan dengan Mba Dewi, ternyata doi dah tiba! Jiyahhh mbok bilang dari tadi.

Akhirnya saya hampiri beliau di tempatnya duduk, kemudian kami langsung pesan makanan di kios makanan vegetarian itu. Karena penasaran ma ‘daging’nya, saya pesan sate. Mba Dewi sendiri pesan burger. Wah menarik nih. Nggak sabar mencicipi rasanya.

Ternyata hari itu saya ketemuan dua orang teman baru. Mba Dewi janjian juga dengan dua orang teman lelakinya, dan ndilalahnya, gara-gara baca status saya di fb tentang ‘kencan’ saya hari itu dengan Mba Dewi, si Wulan, temen sekantornya Mba Dewi nyaut minta ikut.

“Hayuuuu… susul kemari yak, cepetan.”

Jawab saya. Kan kantornya dekat, di Cibubur juga. Akhirnya perjumpaan itu berkembang dari berdua menjadi berlima, Subhanallah indahnya silaturahmi.

Nah, kemudian datanglah pesanan. icip-icip satenya.. hmmm

“Gimana? seratnya kayak daging nggak?” tanya Mba Dewi.

“Hmm… mirip daging sih, walau seratnya kurang terasa.” Agak terlalu manis menurut saya.

Tapi daging burger rasanya lebih mirip daging, walau sayangnya too much butter! Kentangnya juga terasa mentega. Hmm berarti ini buat orang yang belum pure vegetarian yak hehehe.

Mencuri informasi dari Wikipedia, vegetarian (atau nabatiwan) adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging, unggas, ikan, atau hasil olahannya. Istilah ini diciptakan pada tahun 1847  dan pertama kali digunakan secara formal pada tangga 30 September tahun itu oleh Joseph Brotherton di Nortwood Villa, Kent, Inggris.  Definisi asli dari ‘vegetarian’ adalah dengan atau tanpa telur, dan hasil ternak perah. 

Jenis-jenis vegetarian:

Semi-Vegetarian

Di samping memakan makanan berbahan nabati, kelompok ini juga mau maka ikan, daging, susu, dan telur. Jenis  ini adalah kelompok yang paling rendah.

Lacto-avo-vegetarian

Selain makan yang terbuat dari bahan nabati, masih mengkonsumsi susu dan telur.  

Lacto-vegetarian

Selain memakan makanan nabati, mereka masih mengkonsumsi susu dan produk-produk yang terbuat dari susu. 

Ovovegetarian

Kelompok nabatiwan ini merupakan kebalikan dari Lacto-vegetarian.

Vegan

Merupakan kelompok nabatiwan yang paling ketat. Mereka hanya mau bahan makanan dari nabati saja. Bahkan madu dari lebah pun dihindari. Karena saking ketatnya, mereka juga sering protes tentang pemanfaatan hewan oleh manusia.

 Lantas apa sih manfaat jadi vegetarian? Menurut penelitian di Amerika, para vegetarian dikatakan  lebih sehat, panjang umur, bahkan awet muda. Mereka juga terhindar dari penyakit jantung. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa serat dalam sayur dan buah amat berguna bagi kesehatan yang mengakibatkan populernya vegetarianisme di dunia.

Walaupun bukan berarti nggak ada resiko. Kaum vegetarian dikhawatirkan kekurangan zat besi dan vitamin B12 dari pangan hewani, yang bisa mengakibatkan mengalami anemia atau penyakit kurang darah. Di samping itu, para vegetarian juga kekurangan protein yang berfungsi membangun tubuh. Itu sebabnya untuk menjadi vegetarian, sebaiknya setelah melalui masa pertumbuhan. Jangan dimulai dari anak-anak. Katanya lagi nih, kaum vegetarian beresiko kekurangan zat pembeku darah, kalau-kalau mereka sakit dan harus dilakukan tindakan operasi, darahnya akan sulit beku.

Yah, pilihan memang di tangan masing-masing. Saya sih bukan vegetarian ya, apalagi dalam agama saya memakan hewan kan dihalalkan, kecuali beberapa yang masuk dalam kategori haram. Jadi kalau sudah dihalalkan, maka saya tak mau ‘mengharamkan’. Allah membolehkan pasti ada manfaat dan kalau melarang pasti ada sebab yang akan merugikan kita. Kecuali untuk daging sapi dan kambing, saya menguranginya. Saya demeeeen banget yang namanya sate kambing atau kambing guling, tapi tentu nggak sering-sering. Sesekali saja. Bahkan kalau makan sate di tempat langganan, biasanya saya pesan 5 tusuk ayam dan 5 tusuk kambing dengan bumbu kecap, plus irisan kol, dan acar cabe rawit, timun, dan bawang merah, hmmmm yummy… jadi ngencesss (ups puasa!)

Saya hanya sekadar penasaran dan amazed, sari kedelai bisa dibuat menjadi ‘daging’ dan rasanya miriiippppp….

*Mohon maaf kalau ada kesalahan istilah*

Sate vegetarian

 

Burger Vegetarian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s