Siapa Bilang Saya Diyeeet Ketat?!

Posted: July 26, 2010 in Kisah

Begitulah tuduhan orang-orang (termasuk orang rumah) pada saya *sigh*. Tapi saya sih maklum saja karena mereka kan belum paham program yang saya jalani. Hmm.. untuk mencari tahu bener atau ga nya saya diyeet ketat atau ga, pertama-tama kita musti menyamakan persepsi soal: apakah itu diet ketat? jadi memahami arah tulisan saya.

Oke, kalau pandangan orang umum, diet ketat adalah mengurangi porsi makan atau bahkan mengurangi waktu makan (jadwal 3x sehari menjadi 2x sehari). Namun faktanya ialah: diet yang sehat justru nggak boleh skip (melewatkan) waktu makan. Bahkan ada program diet yang mempersering waktu makan tapi dengan porsi sedikit. Misalnya jadi 6x sehari. 

Nah, setiap orang boleh saja mencari cara diet yang nyaman buat dirinya. Saya sih nggak rekomen diet yang sampai nggak makan malam sama sekali ya, ngerinya mengalami kebosanan dan akhirnya malah bar-bar menyantap makanan di saat bosan diet. Selain itu nutrisi yang masuk ke tubuh mungkin tidak imbang atau tidak cukup.

Bagaimana dengan pola diet saya? Sudah saya jelaskan di beberapa tulisan saya, kalau awalnya saya dibimbing @jeungririe (teman twitter) yang sukses menurunkan berat badannya menjadi 47 kg (dari sebelumnya 78 kg). Ririe dengan sabar memonitor perkembangan saya, even saat ini dia lagi ada di Australia (mengunjungi suaminya yang S2 di Brisbane). Berkat twitter, komunikasi kami tetap lancar.

Kemudian saya pun konsul ke ahli gizi. Sumpe dweeh, kalau diet mengikuti cara ahli gizi nggak kelaparan, karena dietnya nggak ketat, makan tetap 3x sehari. Cuma MEMANG benar, ada pegurangan porsi, terutama nasi sebagai makanan pokok. Kalau tadinya biasa makan nasi sampai 2 hingga 3 sendok nasi, panduan dari ahli gizi, nasi itu maksimal satu setengah sendok nasi. Kalau bisa sih nasi merah karena manfaatnya lebih bagus. 

Menurut http://bestbio4life.com, manfaat beras merah di antaranya  mengandung Vitamin E, thiamin, magnesium, vutamin B6, dan serat. Nah, seratnya ini yang konon nilainya sampai 4x dari beras putih. Untuk jumlah kalori hampir sama. Secangkir beras putih dimasak mengandung sekitar 223 kalori, sedangkan secangkir beras merah kalorinya 232. Mungkin terlihat lebih besar, namun jangan lupa, beras merah mengandung lebih banyak serat.

Seperti kita ketahui fungsi serat buat tubuh yakni untuk kesehatan jantung, menjaga berat badan, mencegah diabetes, membantu proses pencernaan, mencegah kanker, dan menurunkan kadar kolesterol. Penderita diabetes seperti mama saya menghindari sekali nasi putih, makanya di rumah saya ada teman diet, yakni mama saya. Memang banyak orang nggak suka dengan teksturnya yang keras, saya sendiri mengalami biar dimasak dengan air banyak, tetap ujung-ujungnya cepat menguap dan mengeras. Mama yang biasanya nggak nyaman, akhirnya nasinya suka kita campur dengan beras putih organik.

Itu soal nasi ya. Porsinya dikurangi, tapi sayur bisa dibanyakin, ditambah tahu atau tempe atau putih telur buat proteinnya, kemudian lauknya ikan atau ayam (tanpa kulit). INGAT, untuk lauk-pauk jangan digoreng!!! Karena gorengan nggak sehat. Boleh saja sih sesekali, tapi jangan keseringan. Baiknya lauk itu dikukus, rebus, panggang. Dengan berkreasi sendiri, lama-lama kita akan kreatif kok mengolah masakan, banyak baca buku-buku masakan diet aja.

Nggak ketat kan diet saya? tapi KETAT di…. cemilan! Whuaaa… ini mah terasa banget dah merananya, coz saya benar-benar stop ngemil kecuali BUAH, BUAH, dan BUAH. Di awal diet saya sama sekali emoh nyentuh kue, cake, kripik, sudah dua bulan nih saya nggak nyentuk krupuk keriting yang selalu setia mampir di meja makan kami hi hi hi. 

Tapi setelah diet berjalan (plus bandel-bandelnya, nah soal ini nanti akan diulas sendiri), saya jadi tahu triknya, kalau tergoda makanan tertentu, cowek saja sedikit, paling nggak menuntaskan rasa penasaran dan nafsu lapar mata. Ririe suka bilang ke saya begitu,”Kalo kepengen banget colek dikit saja!” namun waktu itu saya keukeuh, idih ngapain dikit? mendingan nggak sama sekali.

“Jangan gitu, takutnya sekali bosen diet, makannya bar bar!”

Jadi waktu kemarin ponakan ultah ke 8 tahun dan ada kue tart, saya nyowel sedikit punya Bapak saya, Alhamdulillah… maka coklat lagi hi hi hi.

Itulah diet saya, nggak ketat kan? Mungkin orang berkomentar ketat karena sampai makan di luar saja saya nggak mau atau bawa bekal sendiri. Itu karena saya belum tahu triknya. Sekarang begitu tahu jadi lebih enak, kalau pergi ke mall atau meeting nggak bingung lagi makan apa. 

Wong pernah kok saya kumpul-kumpul di rumah teman, dia masak spagetty, saya bawa bekal nasi merah. Diledek sih biasa, tapi tuan rumah yang sudah tahu saya diet toh menyediakan buah juga, jadi cemilan saya buah, sementara teman yang lain asyik menggerogoti jajanan warung.

Kalau dijalani dengan tekad kuat, Insya Allah pola makan sehat nggak susah. Toh boleh libur sehari (biasanya orang pilih sabtu, maka diistilahkan Satfreediet) saat libur itulah kita boleh makan apa saja kesukaan kita, dengan catatan: porsi normal, jangan maruk ya hi hi hi.

Selamat menjalani pola hidup sehat.

puspa-notes.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s