Ketika 5 kg Pertama Lenyap…

Posted: July 22, 2010 in Kisah

Wow, jelas girang buanggeeeet. Orang endut mana coba yang nggak girang lemak-lemak di tubuhnya sudah berkurang 5 kg? Saya pun nggak nyangka. Sampe timbangan tuh saya taro di kamar, bisa tiap pagi saya nimbang. Kalau turun yang sueeneng, kalo nggak ya merengut hehe.

Anyway, saya langsung laporan ma Ririe kalau berat body dah turun 5 kg. Ririe sih tetep monitor saya even dia lagi di negeri Kangguru mengunjungi suaminya yang sedang S2 di sana. Komunikasi tetep jalan berkat twitter, fb, dan ym. Seringnya sih kami twitter-an, sembari menyimak laporan live Ririe soal Oz. 

Of course semangat semakin menggebu. “See… bisa kan? just proof you can!” begitu Ririe selalu menyemangati saya. Buat saya ini benar-benar sebuah transformasi. Karena dulu berat badan saya pernah terjun bebas dari 68 ke 61 kg karena obat herbal Cina, yang dikemudian hari obat itu malah dilarang beredar karena mengandung zat berbahaya, waksss… untung saya aman-aman saya meski sudah mengkonsumsinya setahunan lebih. Saya lupa nama obatnya (jiyah kalo inget juga nggak bakal disebut kaleee), namun kendati nggak diiklanin di TV, ntuw obat cukup booming. Saya, kakak, dan ponakan saja mengkonsumsinya *jadi maluuw*

Tapi, saya pun sadar, nggak mau bergantung sama obat itu. Terbukti sih, begitu stop, nggak berapa lama nafsu makan balik lagi, endut lagi dweeeh. Maklum aje saya nggak olahraga soalnya. Lalu balik konsumsi lagi, nah konsumsi kedua ini sepertinya tubuh udah rada imun, karena dengan dosis yang sama seperti dulu biasa saya makan, efeknya nggak begitu ngaruh. Tapi menambah dosis saya tidak berani. Akhirnya saya stop dan pasrah, hingga obat itu dilarang peredarannya sama pemerintah.

Pernah saya singgung sedikit, saya pernah ikut diskusi NLP (Neuro Linguistic Programming) yang diadakan kawan saya Teddi Prasetya Yuliawan, di sebuah restoran yang menyajikan makanan sehat di daerah Buncit, Jakarta Selatan. Di sana Teddi menjelaskan kiatnya bisa kurus (dulu konon doi gemuk) dengan menerapkan NLP. Well, doi emang pakar NLP seeeh. Latihannya ialah mengatur napas dan berkomunikasi dengan tubuh sendiri. Nah soal komunikasi ma tubuh sendiri inilah yang masih saya anggap ribet, urusannya nggak cuma affirmasi positif, tapi benar-benar dialog kayak sama teman. Mungkin karena saya belum menguasai benar NLP, ibaratnya ‘tak kenal maka tak sayang’, maka baru beberapa hari latihan dan nggak ada hasil, boseeen.

Teddi sendiri setelah menerapkan ini, jadi mengenal tubuhnya sendiri dan si tubuh pun mengenal kebutuhannya. Jadi dia nggak perlu mengatur pola makan karena si tubuh yang mengaturnya sendiri. Bingung ya? sama! hi hi. Maksudnya, saat tubuh butuh serat, tiba-tiba aja Teddi merasa ingin makan sayur, saat tubuh butuh lemak, Teddi ingin makan daging, kalau siangnya sudah kebanyakan makan, malamnya si Teddi bisa nggak lapar. Wah, sebenarnya enak tuh ya, cuma ya itu perlu dilatih setiap hari. Mirip-mirip meditasi gitu.

Habis itu saya pun pernah belajar Hipnosis. Saya ikut basic Hipnosis di tempatnya Mardigu WP, itu tuh pakar hipnoterapi yang suka dimintai bantuannya oleh polisi untuk menginvestigasi para teroris di Indonesia. Well, sebetulnya belajar hipnosis emang karena sudah penasaran sejak duluw kala, sejak Rommy Rafael menjamah SCTV dengan pertunjukkannya. Hampir saya melanjutkan ke training hipnoterapinya, cuman waktu itu mentok di nilai-nilai Islami, masih rancu pandangan dalam Islam bagaimana, dari sekian ustad yang saya tanya, sama rata jawabannya, ada yang bilang boleh, ada yang bilang nggak.

Saya akhirnya memutuskan mundur sejenak untuk mencari tahu lebih jauh pandangan Islam soal hipnoterapi, coz menurut saya banyak sekali manfaatnya dan dari segambreng buku yang saya, hasil diskusi dengan praktisi, dan dari seminarnya, nggak ada yang aneh. Itu hanya ilmu soal otak, bagaimana menembus filter RAS (Reticular Activating System) otak sehingga informasi atau sugesti yang masuk, langsung ditangkap dan nancep, dan berefek di perilaku. Wah, soal hipnosis mah kalau dijelasin di sini, temanya melenceng ntar, kapan-kapan aja yak, hehe. 

So, balik ke soal lenyapnya 5 kg pertama, semakin membuktikan bahwa kalau kita udah NIAT, IKHTIAR MAKSIMAL, FOKUS, SABAR, maka hasilnya akan nyata. Tentunya jangan lupa merengek sama Allah ya hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s