Perlukah Ngegym Biar Body Yahud??

Posted: July 21, 2010 in Kisah

Kalau mau shaping body ya kudu ngegym, tapi kalau sekedar menurunkan berat badan, berdasar pengalaman Ririe dan saya, nggak perlu ngegym bisa. Ririe sukses menurunkan 31 kg berat badannya dibantu jogging sekitar 4-5x seminggu. Saya sendiri, sudah saya posting sebelumnya, dibantu alat body slender dan juga jogging. Bedanya saya dengan Ririe ialah, Ririe biasanya jogging pagi, saya sore.

Ramadhan tahun 2009 lalu saya sempat ngegym, seminggu tiga kali di dekat rumah, biayanya sekitar 100 ribuan, tempatnya khusus wanita lagi. Gara-gara libur lebaran dan setelahnya saya pelesiran ke Karimunjawa, bablassss libur ngegymnya, hihi. Selanjutnya saya terlena dengan aktivitas seorang freelancer yang kerja di rumah dan jarang gerak, ngejogrok depan laptop terus, lalu bengkaklah ini badan. Sampai napas saja ngos-ngosan, kurang pede ketemu orang, dan malas pergi ke acara yang musti pakai baju formal, habis baju mana yang bisa menyembunyikan kegemukan saya??

Belum lagi tiap ke toko baju, mau nangis deh, baju-baju nggak ada yang muat sama saya, kalau pun bisa masuk, pinggangnya nggak muat, atau mentok di pinggul, atau njepit di bahu, whuaaaaa…. mewek habis.

Lalu setelah berjumpa dengan Ririe akhir Mei kemarin, saya tadinya sempat menimbang untuk ikutan Fitness First (FF) di Cibubur Junction, barang 3 bulan aja deh, sekalian belajar program, lalu balik ngegym dekat rumah itu. Yang jadi masalah ialah: saya nggak yakin bisa meluangkan waktu 3-4x dalam seminggu buat keluar rumah, tantangan seorang freelancer adalah manajemen waktu, kalau kerjaan lagi banyak, mood lagi bagus, dipotong buat keluar rumah bisa repot urusan. Akhirnya saya pikir mending manfaatkan yang ada di rumah, saya maksimalkan body slender saya, ditambah jogging.

danau
Tepi Danau tempat selonjoran habis jogging

golf
Gowess di golf

danau

Tepi danau yang passs banget buat merenung sehabis jogging

 

Durasi body slender saya tambah, dulu palingan 2.000 ayunan, sekarang Alhamdulillah sekali olahraga saya bisa sampai 4.000-5.000 ayunan, di mana berkurang antara 400-600 calories. Biasanya saya berbody slender pagi sambil nonton tv, jadi nggak berasa lelahnya. Lalu sorenya kalau udara bagus, saya jogging di Golf Emeralda, dekat rumah. Lokasinya indah dan harusnya saya mensyukuri rumah dekat golf yang bisa dipakai masyarakat sekitar buat olahraga.

“Gilingan aja lokasi indah gitu kalau nggak suka jogging,” sindir Ririe waktu melihat foto areal jogging saya melalui twitter. “Gw jogging dikit ketemu ojek, ketemu sepeda, ribet, I envy you!” tambahnya lagi. Hi hi hi… iya ya saya nggak tahu berterima kasih ma Allah, dikasih fasilitas luar biasa tapi nggak dimanfaatkan maksimal.

Dulu saya sudah pesimis duluan soal jogging,”Duoooh gw nggak kuat lari, Rie, paling jalan,”

“Jalan cepat! gw juga nggak kuat lari, tapi musti jalan cepat, minimal 30 menit!” kata Ririe.

Ternyata berbody slender melatih stamina saya, kaget juga ketika pas jogging saya udah bisa lari-lari kecil selama 29 menit nonstop! Subhanallah. What a great progress. Kalau jogging saya sambil mendengarkan lagu-lagu favorit melalui earphone yang terconnect di blackberry saya (maklum nggak gablek iPod hi hi hi), lalu fokus di lagu jangan fokus di olahraganya, biar nggak cepat lelah.

Setalah jogging, saya biasa selonjoran di tepi danau buatan di lapangan golf itu, sembari merhatiin orang mancing (sebetulnya dilarang mancing, tapiiii peraturan ada buat dilanggar kan? wkwkwwk) atau memperhatikan anak-anak yang bermain sambil mendengarkan lagu. Di sini saya manfaatkan juga buat katarsis, melepaskan tekanan dan stress, saya cuek bebek senandung lagu-lagu favorit, tentu milih duduk yang jauhan lah, supaya orang-orang nggak dengar, kalau pun dengar, sebodo deh. Jam setengah enam sore barulah saya beranjak pulang.

Apalagi golf dekat rumah saya itu, karena lokasinya di perkampungan, ada sawahnya juga, indah tak tertahankan. Sungguh beruntung saya tinggal di sini. Subhanallah. 

Nggak kebayang aja, dulu saya paling malas olahraga, sekarang kendati diawali ingin diet, malah menjadi kebiasaan yang seharusnya dijadikan kebiasaan seumur hidup. Saya pernah juga sepedaan, saya dandanin tuh sepeda jaman SMP yang masih bagus dan kinclong, saya pasangi bell, saya pasang spion khusus sepeda, saya beli helm sepeda, lalu sore-sore saya gowess dekat rumah, namun entah ya, saya merasa nggak leluasa saja dan rasanya keringat nggak maksimal. Saya lebih pilih jogging dweeeh.

So, olahraga nggak harus mahal-mahal, saya sih punya mimpi beli treatmill, jadi kalau hujan tetep bisa cardio di rumah. Namun kita bisa manfaatkan yang ada di sekitar kita dulu, nggak kuat lari ya dimulai dengan jalan, kalau ada sepeda bisa gowess, mau ngegym ya monggo. Atau bisa juga beli dvd aerobik dan praktekkan di rumah. Yang seneng yoga, silahkan.

Bukankah Allah memerintahkan kita memelihara ciptaannya sebaik mungkin? salah satunya merawat tubuh dengan olahraga. Thankz Allah.

body
Ini yang gede jaketnya ya bukan body eyke wkwkwwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s