Lapor, Mama! Saya Sedang Diyeeeet…

Posted: July 21, 2010 in Kisah

Awal mulai diet saya nggak mau laporan sama orang rumah. Bukannya kenapa-napa, kalau nggak ada hasil kan maluwww bowww. Maunya ntar ajaaa tiba-tiba: jreng… jreng…jreng kelihatan hasilnya. Lebih ke pembuktian ketimbang kata-kata, lebih asyik kan?

Cuma, baru hari pertama mulai saja, sorenya ponakan saya sudah memberi sepucuk roti breadtalk, lalu pulang arisan, Mama memberi sebuah muffin coklat yang duhai. Whuaaaa… gimana dunk? hellppp. Saya menimbang kedua makanan penggoyang lidah itu di tangan. Terpikirkan breadtlaknya bisa buat sarapan besok pagi, cuma muffinnya??? wah… nggak bisa nih, bisa kacow urusan. Namun saya sempat mencoel sikiiitt saja coklat di atas muffin idaman itu.

Akhirnya, tarik napas dalam-dalam, Bismillah… saya bulatkan tekad harus laporan dengan orang rumah. Saya ingat nasihat Ririe, bahwa salah satu faktor keberhasilan adalah dukungan keluarga. Yah, meski nggak didukung-dukung amat (nggak mungkin kan melarang mereka masak makanan enak seperti ayam goreng tepung, atau ikan tongkol cabe ijo kesukaan saya ituwww huhuhu) paling nggak keluarga perlu tahu soal program diet kita.

Maka habis sholah Magrib petang itu, saya terpaksa terus-terang sama Mama, “Ma, sekarang kalau pulang dari mana-mana, jangan bawain Adek makanan dulu deh, kecuali rebusan atau kukusan,” hihihi.

“Iya Mama kan serba salah, ntar kalau nggak dibawain dibilang pilih kasih sama cucu.”

“Nggak apa, soalnya mau mulai diet, mumpung ada teman yang bimbing.”

Lalu bicaralah kami dari hati ke hati. Betapa Mama suka bingung cara menyampaikan ke saya bahwa saya perlu menurunkan berat badan,”Takut kamu tersinggung, habis kamu dikasih tahu kan suka cembetut,”

“Ya, soalnya Adek pun belum berdamai dengan kondisi diri, Ma. Jadi rasanya sebel kalau dibilang gemuk. Makanya nih, mungkin ini jalannya, Adek ketemu Ririe di twitter yang udah berhasil menurunkan berat badan dari 78 kg ke 47 kg, dia mau bimbing Adek.”

Lega lah saya. Meski periiihhh.., periiihh karena mereka bawa nasi padang diam-diam, hiks, makan fast food saya nggak dibawain. Rasanya ingin menjeriiit. Namun saya kembalikan lagi ke tujuan atau NIAT. Saya ingin menjalani pola makan sehat bukan saja ingin menurunkan berat badan, tapi lebih ke arah kesehatan. Saya pikir kalau pun nanti berat idaman sudah didapat, bukan berarti habit ini akan berhenti. Olahraga khususnya, harus jadi kebiasaan seumur hidup.

Saya pun mikir, masih singel aja badan dah bengkak gini, gimana ntar gw merrid lalu hamil dan melahirkan??? Whuaaa mau sebesar apa itu badan? saya kenal beberapa teman yang beruntung tetep kuyus even udah punya dua anak, tapi nggak sedikit yang badannya tambun! Buset, saya waktu 75 kg aja rasanya sudah berat bawa-bawa nih badan, gimana kalau lebih?

Maka, okeh… masa saya kalah ma makanan! Ingat, “Rasa hanya di mulut,” saya ingat pesan Ririe. Lalu saya tambahi,”Sampai perut jadi sampah!” dengan catatan, kalau yang kita makan itu makanan nggak sehat. 

Sumpe, nggak mudah menjalankan ini. Apalagi begitu rumah masak-masakan yang menggoda selera. Aromanya saja sudah bikin semaput, tapi entah dari mana muncul sebuah tekad kuat untuk tidak menyentuhnya. Kan nanti kalau hari libur diet boleh makan apa saja (asal porsi standar), kendati saya bertekad sebelum lewat sebulan, saya nggak akan ambil satfreediet itu.

Jadi, kalau mau diet emang kudu laporan sama orang rumah, teman satu kos, teman kantor, dll. Diledek mah biasa. Disitulah ketahanan kita diuji. Nggak usah sungkan deh bawa makanan dari rumah, sementara yang lainnya jajan. Saya suka loh makan di resto tapi bawa nasi merah, di resto ya pesan lauk dan sayurnya saja. Beberapa kali saya lakukan itu, nggak masalah tuh. Semua diawali dari NIAT, ikhtiar, dan doa.

laura

Montoknya aku hihi, ngeceng di Vivo City Singapore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s