Gara-Gara Paranoid: Konsul Ahli Gizi

Posted: July 21, 2010 in Kisah

Hadoh, sumpe deh. Gara-gara minggu pertama berat turun 2 kg, dan minggu-minggu selanjutnya agak seret, saya jadi paranoid ma makanan rumah. Soale kata Ririe ini nggak boleh, ini nggak boleh, atau kira-kira aja ngaturnya, saya jadi bingung sendiri. Mau nebeng sayur rumah ngeri timbangan naek, mau pake kecap aja syerem, pake gula pasir sedikit takut, dan bla bla bla lainnya.

Akhirnya pikir punya pikir, ah ya… saya pun konsul ke ahli gizi. Suatu hari habis bekam di sebuah klinik Islami di Margonda, saya langsung singgah di RS Bunda dan tanya apakah mereka punya ahli gizi. Ternyata ada, maka saya konsul di sana.

Si Ahli gizinya sampai heran saya datang sendirian, dikiranya saya membawa orangtua untuk konsul, taunya buat saya sendiri hi hi hi. Mulai dweeeh saya curhat sikit tentang keinginan saya menurunkan berat badan,”Saya sih nggak pengen langsing-langsing amat, tapi ada target sih, pokoke sampai nyaman aja di tubuh saya.”

Si Ahli gizi kemudian bertanya berat dan tinggi saya. Waktu itu berat saya masih 73 kg dan tinggi 155 cm. Dihitung-hitunglah olehnya dan… taraaaaa:

“Nih ya, jadi dalam sehari energinya: 1.800 cal, karbohidrat: 270 g, Protein: 67,5 g, dan lemak: 50 g.” si ahli gizi menyerahkan kertas fotocopy berisi contoh makanan yang boleh dan tidak dikonsumsi, juga selembar lainnya pedoman jumlah kalori, karbohidrat, protein, dan lemak dari makanan-makanan yang ada. Jadi kita bisa atur sendiri. Misalnya kalau sudah makan nasi, jangan pakai kentang, kalau sudah sarapan roti, ya jangan tambah nasi. Kita bisa mengatur jumlah kalori dalam sehari.

Saya sih nggak saklek-saklek amat ngikutin atau ngitungin kalorinya, kira-kira aja. Tapi jadi tahu diri, misalnya siang saya sudah makan enak karena ada meeting di luar, maka malam saya hanya makan sayur dan buah. Dan dari konsul ke ahli gizi ini keparanoidan saya berkurang. Jadi nggak syerem nebeng sayur rumah, paling lauknya saja saya pisahkan. Biasanya sebelum pembantu masak, misalnya mau masak ayam goreng, saya bilang,”Sisain dua ayam mentah ya buat saya,” lalu ayam itu saya bumbuin bawang merah dan putih halus, dan perasan jeruk nipis, diamkan sebentar, kemudian saya panggang.

Ternyata panggang ayam yang alami itu maknyusss loh, tapi tetap jangan makan sama kulitnya ya. Kalau telur, makan putihnya saja, kuningnya biasanya saya campur makanan kucing-kucing saya hihihi. Kalau kepengen banget kuningnya, saya colek dikit saja, yang penting muasin hasrat.

Nanti soal contoh jumlah kalori makanan, akan saya posting terpisah ya. Jadi saran saya sih, kalau mau menerapkan pola makan sehat atau diet energi rendah demi kesehatan, sebaiknya konsul ahli gizi, sekali datang cukup kok, tanya-tanya deh sepuasnya. Supaya prakteknya enak dan nggak bingung. Saya sih bertekad setelah turun 10 kg baru datang lagi ke ahli gizi, siapa tahu ada perubahan. Saran dari ahli gizi malah nggak berat loh dietnya, enak kok, tetap makan tiga kali sehari (INGAT: diet yang baik nggak boleh skip waktu makan. Tetap makan 3x sehari), jadi turun berat badan pelan-pelan, antara 2-4 kg/bulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s