Buset, Udah Olahraga kok Body Gw teteup Endut??

Posted: July 20, 2010 in Kisah

Sekitar tahun 2008 saya tertarik melihat iklan tv media soal alat body slender ini (sorry bukan ngiklan, cuma bagi pengalaman yak), harganya kalau nggak salah waktu itu Rp. 888.000 dweh. Katanya ini merupakan  suatu alat inovasi terobosan terbaru yang diciptakan untuk melangsingkan tubuh secara alami dan cepat. Alat ini menciptakan suatu gerakan olah raga yang sangat mudah & menyenangkan bagi para penggunanya. 

Nah berhubung harganya terjangkau (ketimbang treatmill, yang sebetulnya lebih saya inginkan) saya pesen deh tuh alat. Awalnya hanya kuat mengayun sekitar 5 menit. Buset itu aja ngos-ngosan setengah mati. Tapi saya pantang menyerah, saya coba terus selama kaki nggak pegel dan sakit (maklum nggak pernah olahraga, tau-tau gerak kan menjerit semua nih sekujur body), hingga saya kuat sampai 15 menit.

Namun? bosaaaaaaaaannnnnn. Alat itu sempat teronggok tak berdaya di salah satu sudut kamar saya. Sebenarnya sih malu juga kalau ada yang nanyain gimana hasilnya atau kok alatnya nggak dipake lagi? Malassss banget dweeeh ah. Siape kate olahraga itu menyenangkan? bikin bete!

Singkat cerita, awal tahun 2010 saya bertekad memanfaatkan lagi alat tersebut, ditambah saya sudah mulai memakan nasi merah kan. Tapi berbulan-bulan kok nggak langsing2 juga? Nggak perlu langsing deh, turun sekilo, dua kilo ajah juga kagak! Sampe sebel saya, sudah misuh-misuh itu iklan nggak ngaruh, cuma OMDO. Tapi memang berat badan saya nggak naik (meski nggak turun), stabil di 75kg, waks. Itu dengan pola makan yang masih acak-acakan ya. Kendati sudah mengganti nasi putih dengan nasi merah, teteuuuppp ngemilnye jalan terus, kalau jalan ke mall, larinya ke KFC atau Pizza Hut, makanan favorit saya.

Yah, paling nggak nih alat membuat berat saya tetap stabil. Waktu itu sekali berbody slender saya sudah bisa 1.000 hingga 1.500 ayunan. Keringetan loh padahal, dan ngos-ngosan. Namun ya itu karena pola makan tidak dijaga, stabillah si berat badan.

Hingga kemudian saya berjumpe dengan @jeungririe dan ditatar olehnya secara khusus. Ririe tak sungkan BBM saya menanyakan kemajuan dan tak ragu memarahi kalau saya bandel. Saya pun tiap ke supermarket sibuk BBM doi, tanya-tanya apakah produk ini boleh, itu boleh.

“Seharusnya sih kalau sudah olahraga dan makan nasi merah ada hasil, ya,” urai Ririe. “Kalau ternyata nggak, pasti ada yang salah,” lanjutnya ketika kita ‘ngedate’ di resto Jepang di Citos. 

“Padahal gw keringetan banget lo Rie, ketimbang gw sepedaan, sejaman juga belum tentu keringetan, capek dowang,” keluh saya.

“Hmm.. terus-terang gw belum tahu alat ini, jadi nggak bisa komentar. Tapi mungkin karena pola makan belum benar. Coba benahi pola makannya dan tetep body slender dulu, jangan jogging dulu, kita monitor perkembangannya.” putusnya.

Maka saya lakukan itu. Berraaaat… beuuraaat banget dweeeh mengubah pola makan ini, bikin senewen kadang. Tapi karena niat sudah kuat, maka saya harus action, nggak OMDO.

body

Inilah 'sahabat' setiaku dalam menurunkan berat body

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s