Mengapa Oatmeal?

Posted: August 20, 2010 in Informasi

Selama puasa ini saya eksperimen beberapa jenis makanan untuk sahur, di antaranya: nasimerah+lauk+sayur, lalu oatmeal+susu (non/low fat)+madu+buah, dan roti gandum dicocol ke susu+madu tadi. Dan hasil terbaik ialah: oatmeal!

Begitu sahur oatmeal, selama menjalani ibadah puasa saya tak pernah merasakan lapar yang menggigit, ketimbang sahur nasi atau bahkan roti gandum.  Rasanya enak-enak aja dan nggak mikirin makanan ataupun haus. Kalau bawaannya pengen leyeh-leyeh aja, yaaa… sugesti kali ya hihihi, namanya juga puasa. Cukup memaksa diri untuk membuka laptop dan bekerja.

latimesblogs.latimes.com

 

Kalau sahur nasi, bawaannya pengen yang pedas-pedas (secara keturunan Sumatra gweto loh), akibatnya perut saya seharian bisa nggak enak, bawaannya mules atau begah. Selain itu rasa lapar bisa menggigit sejak jam 11 siang. Nggak enak tohh?

Buat sebagian orang mungkin rasa oatmeal masih aneh di mulut, karena tidak terbiasa. Apalagi rasanya cenderung tawar, hambar, dan nggak nafsuin. Bahkan pernah ada teman bilang: ih, kayak pup bayi! (eeeee buseet, teganyaaa) hahahaha. Karena dia tidak terbiasa dan tergantung ngolahnya juga kaleee. Kalau nggak suka berupa bubur yang katanya mirip ituuuu (sensor yak biar nggak bikin ilpilll), kan bisa diolah dengan kreativitas kita. Kalau saya sih, nggak ada aturan baku oatmeal kudu berbentuk bubur. Sering saya mengkonsumsi oatmeal di gelas susu, sehingga lebih berbentuk kayak energen sereal (bukan ngiklan yak, cuma ngasih contoh), masih encer-encer gituh.

dengan campuran kismis (greenopia-com2.jpg)

 

Dan setelah saya konsultasi ma Mbah Google, ternyata bejibun tuh resep campuran oatmeal. Bisa dibikin kue, cookies, dan sebagainya. Tapi harap ingat buat yang lagi melakukan diet energi rendah kayak saya (terutama penurunan berat badan), bahan-bahan penyerta oatmealnya kudu dipertimbangkan banget kalori dan lemaknya. Salah-salah malah nambah berat badan. Ya sesekali nggak apa-apa deh.

Padahal oatmeal mempunyai segudang manfaat untuk menjaga kesehatan kita. Bahan dasarnya adalah tepung oat, yakni tepung yang mengandung banyak serat makanan. Bahkan kandungan serat oatmeal bisa tiga kali lebih besar daripada beras merah! Kita semua tentu tahu pentingnya serat bagi tubuh, yaitu untuk mengikat lemak dari makanan dan menekan penyerapannya. Setelah lemak itu diikat, akan dibawa ke bagian pembuangan  dan keluar dalam bentuk feses. Itulah kenapa sekarang banyak banget iklan serat instan buat mereka yang mengalami sembelit (susah buang air besar) karena kurang asupan serat, mungkin karena nggak suka makan sayur dan buah.

kalau diginiin merangsang selera kan? (nutrition.preschoolrock.com)

Selain itu oats  dapat menyerap kelebihan kolesterol jahat dalam tubuh yang berbahaya buat jantung kita (beresiko terkena jantung koroner). Menurut penelitian, mengkonsumsi 70 gram oatmeal per hari dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Ohya penting diketahui pengidap kolesterol tidak berbanding lurus dengan berat tubuh ya. Banyak orang bertubuh kurus atau standar tapi kadar kolesterol jahatnya (LDL) tinggi, sementara yang over weight malah nggak. Alhamdulillah waktu berat badan saya 75 kg, setiap tes lab, kadar LDL dan HDL saya normal. 

Oats juga mengandung glikemi yang rendah, sehingga aman bagi penderita diabetes untuk mengkonsumsi bubur gandum karena tingkat gula darah yang dihasilkan setelah makan amat rendah. Karena itu oatmeal aman bagi yang ingin melakukan diet penurunan berat badan atau ingin menerapkan pola makan sehat. Kelebihan lainnya, ialah menjaga perut kenyang dalam waktu agak lama, sehingga nggak melilit kelaparan sampai waktu makan berikutnya. Di luar sahur, oatmeal bagus buat sarapan, perut akan lega hingga makan siang. Atau buat makan malam juga okeh.

huuaaa mauuuuu (recipes4cakes.com)

 

Oatmeal pun mengandung banyak Vitamin E yang berfungsi sebagai anti oksidan untuk mencegah perkembangan sel kanker, penuaan dini, dan membantu melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Nah, dengan banyaknya zat-zat manfaat dalam oatmeal, termasuk beragam mineral dan zat besi, mengapa ragu menjadikannya makanan keseharian dalam hidup kita?

Selain mencampurnya dengan susu dan madu, dapat juga dikombinasikan dengan buah-buahan, misalnya mencemplungkan potongan pisang, jeruk, apel, pir, anggur, pepaya, atau apa pun buah favorit kita. Saya menyarankan menggunakan rasa manis dari buah atau madu, ketimbang gula pasir ya. Tapi terserah selera masing-masing. Kalau nggak suka susu, ya pakai air panas saja, campur pemanis alami dan tambah buah. Dijamin ketagihan dweeeh

So, masih jijay dengan oatmeal? tergantung ngolahnya dooong aaahhh.


Comments
  1. dede says:

    udah ikutan sahur pake oatmeal. benar lho…nggak cepat lapar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s